Tag Archives: oli

Oli AHM SPX1: Oli Honda di Motor Suzuki

Kembali ke review soal icip2 oli di motor New Shogun 125 FL125RR yang umurnya dah menginjak bulan ke-19 sejak dia nyampe di rumah. Kemarin udah nyobain pake oli Elf Moto4 Hp Eco yang performanya dirasa sama aja dengan Enduro Racing. Ketahanannya pun sama aja. Ketika umurnya udah lewat 1.500 km, mesin udah terasa ga enak.  Continue reading Oli AHM SPX1: Oli Honda di Motor Suzuki

Elf MOTO 4 hp eco: Merek Prancis, Buatan Singapura, Diimpor Malaysia

Update kembali mengenai oli mesin. Setelah menjajal oli buatan anak bangsa, kali ini saya coba oli yang agak jarang terdengar, yaitu oli Elf MOTO 4 hp eco. Kenapa saya tulis judul seperti di atas? Karena di botolnya tertulis seperti itu:

Photobucket

Continue reading Elf MOTO 4 hp eco: Merek Prancis, Buatan Singapura, Diimpor Malaysia

Coba-Coba Oli Enduro Racing dari Pertamina

Setelah artikel saya sebelumnya mengenai oli Suzuki alias Suzuki Genuine Oil (SGO), kali ini saya mau cerita sedikit tentang salah satu oli produk Pertamina, yaitu Enduro 4T Racing. Spesifikasinya SAE 10W-40 API SJ/JASO MA2.

Melihat kekentalannya yang 10W-40, tentu oli ini lebih encer daripada SGO yang 20W-50. Setelah berkali2 berurusan dengan oli kental, kali ini saya pengen icip2 yang namanya oli encer.

Dari apa yang saya baca, efek oli encer ini adalah mesin jadi lebih berisik alias kasar. Tapi keuntungannya adalah oli lebih mudah masuk ke celah-celah sempit dan kerja mesin menjadi lebih ringan. Tentunya gak afdol kalo cuma denger ‘katanya’. Mending nyobain sendiri.

Hal yang saya rasakan setelah pakai oli ini:

  • Tarikan lebih ringan. Lebih ringan daripada SGO.
  • Panas mesin berkurang. Tidak sepanas sewaktu memakai SGO. (Feel sewaktu pake sandal jepit)
  • Mesin lebih halus. (Subjektif banget nih..)
  • Aroma permen karet.
  • Oper gigi lebih halus.
  • Starter di pagi hari lancar, gak perlu choke.

Sewaktu saya mau pergi mudik ke Purwokerto, sempat cemas juga. Karena ‘katanya’ oli ini mudah menguap dan kalo sampai lupa ngecek, oli bisa habis. Bahkan ada yang ‘katanya’ pernah kehabisan oli sampai mesinnya jebol. Trus gimana dong?

Ah, prinsip saya sih, asal rajin2 ngecek volume oli. Jangan sampai di bawah garis L. Lagian oli juga baru dipake kurleb 500 km.

Di jalan saya tidak menemukan kendala berarti dengan oli ini. Apalagi saya juga bukan orang yg betah di atas jok motor. Minimal tiap 1 jam pasti saya berhenti istirahat. Jadi mesin pun bisa berkurang dikit panasnya.

Setelah perjalanan kurleb 5 jam 45 menit, sampailah di Purwokerto. Saya cek volume oli masih normal. Menurut penglihatan saya tidak ada oli menguap. Selama di Purwokerto, mesin mulai terasa agak kasar, tapi tarikan masih oke.

Tiba saatnya kembali ke Solo. Daripada kenapa2, oli saya ganti lagi dengan merek yang sama. Mau beli di Shop and Drive tapi ternyata tidak ada stok. Akhirnya beli di SPBU dekat terminal. Di SPBU ini harganya 44.500. Wow, jauh lebih murah daripada di Shop and Drive (saya beli tanggal 3 Maret 2012 harganya 48 ribu). Perjalanan pulang alhamdulillah lancar.

Tapi, ada satu hal yang mengganjal. Terkadang, ketika saya pulang kantor sampai rumah kemudian ingin keluar lagi, mesin terasa agak kasar. Apa karena mesin sudah panas? Tapi kenapa sewaktu dibawa jarak jauh hal itu tidak terasa? Saya tidak tahu apa ini normal. Tapi ini hanya terjadi kadang2 saja.

That’s all pengalaman saya dengan Enduro Racing. Ada niatan pengen coba2 oli merk lain lagi sampai menemukan yg bener2 enak buat tunggangan sehari2..