800px-Pertamina_filling_station,_Bali,_Indonesia

Catatan Buat Pengguna Bahan Bakar Premium

Sebagian besar pengendara kendaraan bermotor di Indonesia adalah konsumen bahan bakar Premium yang jelas paling murah karena disubsidi. Mulai orang yang ekonominya kekurangan dan pas-pasan sampai orang-orang kaya yang gak tahu malu.😳

Sumber: pesatnews.com

Gak masalah kalau kompresi kendaraannya memang minta Premium. Tapi runyam kalo orang yang tahunya cuma bisa beli lalu pakai tanpa kenal kendaraannya lebih dalam. Misalnya kompresi kendaraan yang tentu berhubungan dengan jenis bahan bakar yang harus dikonsumsi. 1

Risiko penggunaan Premium di kendaraan berkompresi tinggi dalam jangka panjang dapat merusak mesin. Hal ini terkait dengan terjadinya pembakaran yang tidak sesuai timing pengapian.

Selain itu, seperti yang sudah diuji coba oleh Mas Majid 2, penggunaan Premium membuat ruang bakar menjadi berkerak. Hal ini juga berefek jangka panjang negatif ke mesin.

Sumber: cicakkreatip.com

Nah, kemarin kebetulan jalan-jalan ke otosia.com dan menemukan kiat untuk meminimalkan (ingat, bukan mencegah/menghilangkan sama sekali) kerak di ruang bakar. Caranya adalah dengan mengendarai kendaraan pada kecepatan minimal 40 kpj.

“Premiun gak sepanas pertamax, makanya cara pakainya gak bisa pelan. Pakai (motor) 40, 60, 80 km/jam. Kalau di bawah itu, pembakaran tidak sempurna, lalu timbul kotoran,” urai Tri Yuswidjajanto dari Laboratorium Motor Bakar dan Sistem Propulasi Institut Teknologi Bandung (ITB) pada seminar mesin injeksi Yamaha di Yamaha DDS Cempaka putih, baru-baru ini 3.

Kalau ada yang tahu produk GMO Oil Booster, beliau ini juga menjabat sebagai Direktur Teknik PT GMO Asia.

Jadi, untuk pemakai setia Premium, tidak ada salahnya mencoba kiat di atas. Tentu akan lebih baik lagi jika secara berkala kendaraan diservis besar untuk diperiksa dan dibersihkan ruang bakarnya.

Dan sungguh akan jauh lebih baik jika anda bisa menyesuaikan kompresi kendaraan dan tingkat hidup anda dengan bahan bakar yang digunakan di kendaraan. Mosok bisa beli mobil/motor mahal/mewah, minumnya Premium:mrgreen:

Oh ya, dengan canggihnya teknologi masa kini, beberapa kendaraan (motor) dengan kompresi tinggi yang tidak sebaiknya nenggak Premium bisa diatur supaya ‘Premium ready’ 4 5. Apa gak hebat tuh?!👿

Sumber: gilamotor.com

51 thoughts on “Catatan Buat Pengguna Bahan Bakar Premium

  1. jadi intinya pake premium kudu ngebut, pantes aja banyak yg kelakuan kayak gitu di jalan, jadi ini toh penyebabnya wkwkw

    pakailah kadar oktan 91 atau lebih (buku manual)

      1. selain itu sing salah ki yo pabrikan, kenapa harus premium ready?
        kan tidak semua orang butuh motor irit, ada yg butuh motor bertenaga to alias pertamax ready wkwk

  2. vario ku biasa pake premium dan jalan sebisa mungkin di atas 60 kpj. seringnya sih 80 kpj kalo memungknkan. begitu juga dengan jupi burhan ku hihiihihih. gak pernah cek mesin, yang penting jalan bisa lari 100 kpj dianggap gak masalah wkwkkwkwkkw

        1. iya sering main di rpm tinggi. misal gigi 2 sampe 40 kpj trus ganti gigi 3. nah gigi 3 lari sampe 60 kpj trus ganti gigi 4. gigi 4 untuk 60 kpj ke atas. memang sih agak meraung tapi selama ini masih aman hehehehhe

  3. berdasarkan kebiasaan di jupi burhan ku, kalo biasa dipake jalan pelan (buat belanja atau dalam kota), wah tarikan agak berat. gak enak lah. langsung dah dipake buat ke tempat kerja dan digeber sekitar 80-100 kpj. setelah itu enteng lagi tarikan nya. always premium wkwkwkwkw

  4. Stok premium dari pertamina terbanyak, sepertinya pemerintah bisa memberikan insentif pajak utk pembelian motor baru yg kompresinya premium. Harga motor jadi murah dan subsidi premium dihilangkan.
    Efeknya motor tambah banyak ha ha

Ada komen/kritik/saran?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s