Teknologi Injeksi DCP-FI Suzuki Shogun 125 Masih Yang Paling Lengkap?

Tadi sempet baca artikel menarik di Motorplus. Artikelnya saya kutip di bawah ini mentah-mentah tanpa diubah satu katapun. Bisa dicek langsung di sini. Walaupun gak gitu ngerti istilah2 teknis di dalamnya, tapi setidaknya membaca judulnya saja sudah menimbulkan tanda tanya besar. :?: 

Klik untuk memperbesar

Bicara teknologi injeksi, boleh dong sekali-kali mundur ke belakang. Teknologi di masa lalu ini malah kami anggap selangkah lebih maju. Tapi karena berbagai alasan, Discharge Pump Fuel Injection (DCP-FI) yang pernah digunakan pada Suzuki Shogun 125 FI dihentikan produksinya.

Generasi sepeda motor Suzuki berikutnya yang menggunakan injeksi, Suzuki Nex FI malah menggunakan sistem injeksi konvensional yang banyak dipakai oleh pabrikan lain seperti Honda dan Yamaha. Oiya, sekedar flash back, ulasan teknologi bisa dilihat kembali.

Untuk melihat ulasan teknologi injeksi Honda generasi 4 yang dipakai motor-motor berkapasitas mesin kecil silahkan klik di sini. Teknologi injeksi pada Jupiter Z1 klik di sini. Teknologi YMJET-FI di Mio J klik di sini dan untuk melihat komponen-komponen YMJET-FI klik di sini.

Balik lagi ke DCP-FI. Keistimewaan teknologi injeksi Suzuki ini adalah digabungkannya beberapa komponen dari injector, fuel pump dan regulator menjadi satu. Jadi di dalam tangki bahan bakar tidak ada lagi yang namanya fuel pump juga regulator. Perbandingan dengan injektor konvensional bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Klik untuk memperbesar

Karena digabungkannya ketiga komponen ini, jadi lebih ringkas karena tidak membutuhkan fuel pump di tangki. “Selain itu aliran bensin dari tangki tidak memerlukan tekanan yang terlalu besar, bahkan saat bensin turun terbantu oleh gravitasi. Hal ini dapat meringankan kerja fuel pump,” jelas Anwar Widodo, Senior Instructor PT SIS. Tekanan bahan bakar di selang dari tangki pun bukan yang bertekanan tinggi, jadi lebih safety. Khususnya bila terjadi kejadian yang tidak diinginkan seperti selang bensin lepas ketika mesin masih menyala, bensin tidak langsung menyembur keluar. Posisinya, perangkat DCP ini diletakan mirip dengan posisi kebanyakan injector tipe indirect injection yaitu ada di intake manifold. Dan untuk aplikasi teknologi ini, Suzuki memilih menggunakan perangkat DCP buatan Mikuni.

Klik untuk memperbesar

Satu-satunya kelemahan pada DCP-FI adalah, ketika terjadi kerusakan salah satu komponen, bisa injector, fuel pump atau regulator, harus dilakukan secara assy. Tidak bisa terpisah masing-masing komponen. Tapi sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah, mengingat umur komponen ini cukup panjang hingga bertahun-tahun.

Selain DCP, Suzuki juga sudah sejak dulu melengkapi sistem injeksinya dengan sensor yang lengkap. Totalnya ada 7 sensor dan 4 perangkat actuator. Sensornya terdiri dari Engine Temperatur Sensor (ET), Intake Air Pressure Sensor (IAP), Intake Air Temperature Sensor (IAT), Throttle Position Sensor (TPS) juga Crank Position Sensor (CPS) dan Tip-Over Sensor (TO)

Selain itu dilengkapi pula dengan Heated Oxygen Sensor (HO2), atau biasa disebut dengan O2 sensor. Bedanya, O2 sensor pada motor ini bisa bekerja lebih cepat. “O2 sensor itu hanya bekerja maksimal ketika suhu sensornya sudah berada di kisaran 80 derajat celcius. Pada Suzuki Shogun, O2 sensornya dilengkapi heater atau pemanas agar cepat mencapai suhu tersebut,” jelas Anwar Widodo yang akrab disapa Aan.

Klik untuk memperbesar

Suzuki juga melengkapi motornya dengan Tip-Over Sensor (TO) yaitu sensor yang mampu membaca kemiringan motor. Ketika motor jatuh dan posisinya lebih dari 65 derajat maka secara otomatis sistem injeksi akan dimatikan dan mesin mati. Pada beberapa sepeda motor baru seperti Honda Vario Techno 125 atau Yamaha Mio J, fitur ini malah dihilangkan.

Lanjut ke komponen actuator. Pada Suzuki Shogun 125 FI sama seperti motor-motor lainnya. Yaitu Engine Control Module (ECM) sebagai otak yang menerima input data dari sensor lalu memberikan perintah pada injector. Berikutnya adalah DCP system dan injector.

Dan yang terakhir adalah idle speed control (ISC), fungsinya untuk menjaga langsam mesin. Caranya, ECM akan mengatur katup ISC untuk menambah atau mengurangi jumlah udara yang masuk ke intake saat gas ditutup dan ketika mesin masih dingin. Pada pagi hari, fungsinya menggantikan choke.

Nah, dengan DCP-FI, Heated Oxygen Sensor dan konsisten mengaplikasikan sensor kemiringan motor atau Tip-Over Sensor, sistem injeksi pada Suzuki Shogun ini jadi salah satu yang paling canggih. Sayang, versi injeksi pada Suzuki Suzuki Shogun 125 FI ini sudah discontinue. (motorplus-online.com)

Penulis : Popo | Teks Editor : KR15 | Foto : Popo, Suzuki

Kalo bener begitu, jadi heran saya dengan Suzuki yang tidak berani (atau tidak mampu?) bersaing dengan motor-motor injeksi pabrik sebelah. Di Solo banyak bengkel-bengkel resmi yang tutup atau beralih fungsi. Saya jadi ragu ada bengkel resmi Suzuki yang bisa servis motor injeksi di Solo😀 CMIIW, saya gak tahu kondisi di kota-kota lain.

Lalu gimana dengan nasib user New Shogun 125 FI? Atau Nex injeksi? Atau malahan Inazuma yang baru saja launching?😕 Semoga Suzuki bisa segera membenahi produk dan layanan roda duanya serta lebih mendengarkan konsumen-konsumen setianya.

Sekian luapan hati seorang nubi pengguna motor Suzuki😈

update: monggo dibaca juga artikel Bedah Teknologi Injeksi Suzuki Nex FI, Sensornya Paling Banyak!

16 thoughts on “Teknologi Injeksi DCP-FI Suzuki Shogun 125 Masih Yang Paling Lengkap?

  1. teknlologi suzuki selalu mendahului zaman, motor2 maticnya aja banyak fitur yg dicontek ama tetangga sebelah dan dklaim, aduh cpe deh hehe…….

    ya begitulah nasibnya nyungsep, gara2 nama besar yg kurang sekuat tetangga sebelah.😀

Ada komen/kritik/saran?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s