Kelebihan Angin Nitrogen

Sebetulnya apa kelebihan nitrogen dibandingkan angin biasa? Sebelum itu, ayo kita liat alat yang digunakan untuk mengisi nitrogen. Ini dia ni alat pengisi nitrogen yang bagus.

sumber: oldsite.situsotomotif.com

Ada pengukur tekanan digitalnya juga.

sumber: oldsite.situsotomotif.com

Pertama kali baca di internet mengenai kelebihannya, saya langsung kepincut. Kayanya boleh juga ni dicoba.

Karena tertarik, saya iseng tanya-tanya ke bengkel pinggir jalan yang menjual jasa isi angin nitrogen. Ternyata murah, menguras dua roda sekaligus dan mengisinya dengan nitrogen dikenai biaya cuma 5.000 rupiah. Padahal saya baca di artikel-artikel di internet kok mahal-mahal..

Masak nitrogen di pinggir jalan ini palsu? Alatnya juga tabung biasa, ga kayak gambar di atas. Ah, sudahlah gak papa. Akhirnya saya pun memutuskan menjadi pemakai nitrogen. Tekanan standar, depan 30 psi, belakang 35 psi.

Efek yang saya rasakan pertama adalah ban lebih empuk (sugesti kali ya). Malah saya jadi berasa ban ini kurang angin. Tekanan jadi lebih stabil. Tidak perlu sering tambah angin. Selebihnya adalah rasa pede meningkat😀 karena saya lihat masih jarang motor yang pakai nitrogen (apalagi motor bebek seperti punya saya).

Nah, ini dia kelebihan angin nitrogen yang saya rangkum dari internet:

Pertama, bantingan lebih empuk. Hal ini disebabkan, katanya, karena gas nitrogen mampu menjaga elastisitas ban yang dipakai, sehingga kelenturan karet ban dapat terjaga.

Kedua, menghindarkan ban dari kenaikan tekanan yang terlalu tinggi. Setelah ban dipakai berkendara, pasti timbul kenaikan suhu. Kenaikan suhu mengakibatkan kenaikan tekanan udara di dalam ban. Kenaikan tekanan ban juga dapat terjadi akibat kendaraan diparkir terlalu lama di bawah sinar matahari. Ingat kan teorinya? Udara yang dipanaskan akan mengembang. Namun karena sifat gas nitrogen tidak mudah memuai, kenaikan tekanan tersebut tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, kemungkinan ban meledak di jalan akibat kelebihan tekanan dapat dihindari.

Ketiga, tidak perlu sering mampir tambah angin (kecuali kalau bannya bocor). Udara di sekitar kita terdiri atas kurang lebih 79% nitrogen dan 21 % oksigen, CMIIW. Partikel gas oksigen berukuran kecil dan dapat keluar melalui pori-pori ban. Hal ini membuat tekanan angin di ban berkurang.

Kebalikan dengan partikel nitrogen. Ukuran partikel gas nitrogen lebih besar sehingga tidak dapat keluar dengan mudah dari pori-pori ban. Sehingga kita tidak perlu sering-sering menambah angin. Ilustrasinya seperti ini:

Photobucket

Keempat, mencegah karat pada velg. Oksigen adalah salah satu unsur yang menyebabkan terjadinya oksidasi/karat. Dengan menggunakan nitrogen, absennya gas oksigen di dalam ban dapat memperlambat terjadinya karat pada velg.

Jadi, melihat sekian banyak kelebihan nitrogen, kenapa kita tidak beralih ke nitrogen saja? Kekurangannya mungkin hanya belum banyak yang jual di kota-kota kecil. Tapi untuk kota-kota besar, saya yakin sudah banyak. Murah-murah pula.

Di Jakarta malah sudah ada SPBU yang menyediakan jasa pengisian nitrogen. Baca selengkapnya di artikel ini.

Mungkin ada yang bertanya, kalau sudah pakai nitrogen, apa harus diisi nitrogen terus? Gimana kalau pas butuh tidak ada yang sedia nitrogen? Ga masalah. Isi aja dengan angin biasa. Nanti kalau sudah ketemu yang jual nitrogen, kuras aja lagi. Gampang kan?

2 thoughts on “Kelebihan Angin Nitrogen

Ada komen/kritik/saran?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s